Mar 20, 2018

Maaf, Aku Ego.

Menentukan pilihan bukanlah perihal yang mudah. Seringkali aku dihadapkan oleh banyak pilihan sehingga membuat otakku harus bekerja dua kali lipat seperti biasanya. Mencari alasan yang rasional untuk memilih suatu hal. Ah, aku benci ketika diharuskan untuk memilih.

Karena aku adalah seorang wanita, maka perihal memilih memang termasuk dalam perkara yang sulit. Bagaimana tidak, bagi kami dari kaum wanita dimana kodrat haqiqi dari wanita adalah menerima bukan memilih. Walau memang sebelum memutuskan untuk menerima atau tidak kami diharuskan juga memilih, tetap saja. Kodrat wanita itu menerima, bukan memilih. Berbeda dengan laki laki yang memang sudah menjadi keharusan mereka untuk menentukan pilihan.

Berani bermain main dengan pilihan, artinya juga berani dalam bermain dengan ego. Mengapa harus ego? Karena sejatinya manusia itu adalah makhluk egois. Selalu ada setitik ruang di hati mereka untuk mempertahankan posisi, keadaan dan juga perasaan mereka sendiri.

Ada kalanya, intuisi menunjukkan pada kita suatu petunjuk menuju jalan kebenaran.

Ada kalanya, otak lebih menginginkan untuk bermain dengan perasaan di banding logika. 

Ada kalanya, rasa ego datang menghampiri diri, mencoba untuk menguasai diri, memaksa diri untuk berpikir diluar batas logika.

Tapi, rasa ego tak selamanya buruk jika ia hadir di waktu yang tepat. Bukankah hal yang baik selalu hadir tepat pada waktunya, tanpa dikurangi ataupun ditambah? 


Bisa jadi, kehadirannya pertanda bahwa kita, termasuk aku dan kamu, harus mengevaluasi diri. Bertanya pada hati, adakah yang salah dari sikapku selama ini? Mengintropeksi, mengapa rasa ego itu dapat hadir menembus qalbu? Siapakah pelaku utamanya?


Sekali lagi, maaf bila aku berpihak pada ego☺️☺️☺️





Share:
Post a Comment