Mar 9, 2018

#LabStories 01 - Penentuan Titik Leleh dan Titik Nyala [ PRAKTIKKUM KIMIA FISIKA ]

Haloha!

Assalamualaykum Wr. Wb.

Setiap hari kamis termasuk hari Kamis kemarin merupakan hari dimana gue ada jadwal praktikkum di lab kimia kesayangan, hehe. Untuk semester II ini masih sama seperti jadwal lab semester I yaitu 2 kali praktikkum dalam satu pekan. Tiap hari kamis gue praktikkum di laboratorium kimia fisika. Untuk tempatnya masih sama kok dengan tempat praktikkum kimia analisis dasar pas semester I kemarin. Nah, kalo hari Jumat gue praktikkum di laboratorium Instrumen dan pengukuran yang letaknya ada di lantai 2.

-SKIP-

Jadi, kamis kemarin adalah jadwal ngelab gue yang pertama. Ohya, ada yang berbeda di semester II ini dari segi job yang akan dikerjakan oleh masing masing kelompok. Kalo dulu setiap kelompok dapet job yang sama. Nah, sekarang tiap kelompok dapet job yang berbeda beda. Kayak praktikkum gue kemarin itu karena gue kelompok 3, so gue dapet job "Penentuan Titik Leleh dan Titik Nyala".

Penentuan Titik Leleh.

Untuk praktikkum yang pertama itu adalah penentuan titik leleh. Sebelumnya, kalian tau titik leleh itu apa? Titik leleh itu adalah suatu keadaan temperatur dimana terjadinya perubahan dari zat padat menjadi zat cair pada tekanan satu atmosfer atau singkatnya terjadi perubahan wujud zat.

Nah, untuk praktikkum titik leleh ini kita menggunakan dua zat padat yaitu Asam Benzoat dan Asam Oksalat. Asam benzoat atau zat antimikroba merupakan zat yang sering dipakai untuk bahan pengawet. Temperatur leleh normalnya berada pada range 121-122.5 derajat celcius. Sedangkan Asam Oksalat atau yang sering dikenal dengan pereduktor logam memiliki temperatur leleh normalnya sebesar 104-106 derajat celcius.


Alat yang digunakan pada praktikkum ini bernama Digital melting point apparatus. Kalo di kampus gue itu ada 4 generasi untuk alat ini dan kemarin kita pake yang generasi paling akhir alias yang terbaru hehe. Nah, sebelum pake alat ini, ada alat lain lagi namanya Pipa Kapiler dan Pipa Gelas. Pipa kapiler ini bentuknya kecil. Pipa kapiler ini juga nanti yang akan dipakai untuk mengamati sampel.


Digital melting point apparatus yang terbaru

melting point apparatus generasi awal.



Penentuan Titik Nyala

Lanjut praktikkum kedua, penentuan titik nyala. Zat yang kita gunakan disini adalah zat cair yaitu Kerosin (minyak lampu) dan Asam Asetat (asam cuka). Alat yang kita gunakan adalah Flash Point Testers, dimana alat ini memiliki dua jenis sistem yaitu terbuka dan tertutup. Untuk praktikkum ini kita memakai sistem tertutup karena menghindari bau dari zat kimia yang digunakan menyebar ke lingkungan sekitar.

Flash Point Testers (Tertutup)

Flash Point Testers (Terbuka)

Pertanyaannya, kenapa sih kita perlu mengetahui berapa besaran dari titik leleh ataupun titik nyala suatu zat?
Karena untuk menghindari kemungkinan risiko kecelakaan baik ketika sedang melakukan proses pembelajaran ataupun ketika nanti telah terjun langsung ke dunia industri^^


Image result for quote study
Share:
Post a Comment