Oct 30, 2017

menilik peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat.

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali" - Tan Malaka ”

Pemuda merupakan aset utama penggerak peradaban dari suatu bangsa. Pun terwujudnya kemerdekaan bangsa Indonesia ini tak lepas dari peran para pemuda yang dengan semangat juangnya melawan segala tindak kolonialisme dari para penjajah.

Berdasarkan UU No 40 Tahun 2009, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode pertumbuhan dan perkembangan berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Dimana, usia ini juga merupakan usia rata rata dari seluruh pemuda di Indonesia yang berkesempatan menyandang status sebagai mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

mahasiswa merupakan insan berintelektual dan dikenal akan idealismenya yang tak mudah goyah. Fungsi dari mahasiswa juga tak terlepas dari visi Perguruan Tinggi yang dikenal dengan Tridharma Perguruan tinggi yaitu Pembelajaran, Penelitian, dan Pengabdian masyarakat.

Dewasa ini, ada segolongan manusia yang melabeli dirinya sebagai ''mahasiswa'' (tidak semuanya tetapi sebagian) yang tidak banyak menaruh minatnya di bidang pengabdian masyarakat. Hanya memedulikan kewajibannya berupa kegiatan akademik saja. Hanya memedulikan bagaimana cara meningkatkan indeks prestasi atau yang sering disebut IP. Hanya memedulikan bagaimana cara mendapatkan nilai A pada setiap mata kuliah yang ada. Hanya memedulikan bagaimana menyelenggarakan suatu kegiatan atau acara yang sama sekali tidak ada output konkritnya untuk kepentingan masyarakat banyak. (Sekali lagi ditekankan, tidak semua memiliki prinsip seperti itu,tetapi sebagian yang lain)
Salahkah jika ada mahasiswa yang memiliki prinsip seperti itu? Tak dapat kita katakan salah sepenuhnya, tetapi juga tak dapat selalu ditolerir atas tindakannya. 

mahasiswa yang dikenal sebagai agent of change harus mampu memahami dan memaknai status dan peranannya dalam tatanan masyarakat. Ia harus mengerti bahwa ketika status "mahasiswa" itu disematkan padanya, maka ia tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan bagaimana caranya agar ia dapat memberikan kontribusi terbaiknya demi mewujudkan kesejahteraan bangsa ini. memikirkan bagaimana caranya agar dapat menjadi insan yang dapat menebarkan manfaat bagi sekitarnya.

Cara terbaik memberikan kontribusi tersebut adalah dengan cara terjun langsung ke dalam kehidupan masyarakat. Bercengkerama pada masyarakat pinggiran, membaur pada anak anak jalanan, berbagi ilmu dan pengalaman pada anak anak yang putus sekolah, dan masih banyak lagi. mahasiswa harus dapat menyatukan jiwa raganya pada masyarakat dan realitas yang ada. 

Banyak cara mahasiswa untuk mengabdikan diri pada masyarakat seperti pembuatan alat alat terbarukan untuk keberlangsungan hidup masyarakat atau dapat ikut serta dalam kegiatan pkm sebagai ajang penelitian. Namun seringkali kegiatan seperti ini memberikan efek yang tidak terlalu signifikan untuk masyarakat. Itulah mengapa, terjun langsung ke masyarakat merupakan cara terbaik untuk mengabdikan diri pada bangsa ini.

-------------------------------------------------------------------

Jadikan dirimu sebagai mahasiswa yang tak hanya mampu mengkritisi tetapi juga dapat berkontribusi, serta dapat menjadi sumber solusi dari setiap permasalahan di negeri ini.
Share:
Post a Comment