Aug 1, 2017

Polsri Diaries: daftar ulang mahasiswa baru polsri

Hi guys!


Kali ini, gue mau ceritain sedikit tentang gimana gue daftar ulang di Politeknik Negeri Sriwijaya aka POLSRI beberapa waktu yang lalu. Sengaja gue post tentang ini yaa siapa tau aja ada temen temen atau adik kelas gue yang butuh referensi tentang gimana cara DafUl (DAFtar ULang) di polsri.


Untuk bisa daful, lo harus terlebih dahulu dinyatakan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru di polsri. Ada 5 jalur dan 2 diantaranya merupakan ikatan dinas;

1. Pmdk
2. Umpn
3. Umm
4. Kelas Kerjasama PLN
5. Kelas kerjasama GMF
Untuk penjelasannya, lo bisa searching aja ya di web Polsri langsung karena gue sendiri lolos seleksi umpn. Jadi yang gue tau prosedurnya ya cuma dari umpn. 

Untuk mengecek apakah lo lulus atau nggak, lo bisa pantengin terus web resmi polsri atau langsung kesini (klik aja). Disana juga udah dijelasin persyaratan, biaya test, prodi yang ada, jadwal test, etc. Jadi itu semua ga gue jelasin lagi di post ini ya, lo langsung aja mampir ke web yang gue kasih. 


Secara garis besar, alur gue daftar ulang kemarin gini:




Non bidikmisi


Bidikmisi

Gue coba jelasin satu satu ya khusus yang non-Bidikmisi soalnya gue bukan penerima bidikmisi. Untuk alur daful juga sepertinya gak ada perbedaan yang terlalu signifikan kok antara bidikmisi dan non-bidikmisi.


1. Cek pengumuman


Seperti yang gue bilang diatas, lo bisa langsung cek ke website polsri yang resmi ya. Kalo gue kemarin cara ceknya klik icon registrasi ulang, terus muncul laman seperti ini




Lo bisa langsung klik hasil test terus masukkan nomor peserta dan tanggal lahir. Tunggu beberapa saat, biasanya pagi pagi webnya error gara gara banyak yang cek. Jadi gue sarankan lo cek pengumumannya sekitar jam 02.00 dini hari atau menjelang subuh.


2. Test Buta Warna


Untuk kalian yang lolos di bidang rekayasa atau di prodi yang di khususkan ga boleh buta warna, kalian harus test buta warna dulu di polsri. Gue kemarin test buta warna di deket tempat ngasih berkas dokumen daftar ulang (belakang kpa) dan deket tangga naik. Kalo lo nggak tau lo bisa tanya langsung sama orang orang yang ada disana.


Test buta warna ini 11-12 lah sama test buta warna yang biasanya ada di internet. Jadi, gue sarankan lo sebelum test buta warna di polsri, cobalah untuk simulasi testnya dulu yang banyak kesebar di internet ini. 


Kalo dinyatakan buta warna? atau buta warna parsial? Itu tandanya lo gabisa daful di Polsri alias gugur. Itulah kenapa lo dianjurkan test buta warna dulu sebelum bayar biaya regist ulang/spp karena uang yang udah lo bayar ga bisa dikembaliin lagi tanpa alasan apapun.


Buat yang non-Rekayasa atau prodi yang gak ngewajibin test buta warna lo bisa langsung skip langkah ini ya.


3. Pembayaran Biaya Registrasi Ulang


Nah, bedanya buat maba bidikmisi dan non-bidikmisi ya ada di langkah ini. Kalo yang bidikmisi gak perlu lagi buat daftar regist ulang. mereka langsung regist ulang dengan syarat bawa tanda pengenal. 


Untuk pembayaran registrasi ulang ini, lo bisa bayar dimana aja asal di bank mandiri atau langsung ke loket pembayaran khusus di polsri langsung. Kalo gue kemarin sih bayar di loket khusus yang ada di polsri biar ga ribet dan sekalian daftar ulang. Loket khususnya ini ada di belakang tepatnya di area lapangan parkir elektro. Jangan lupa bawa pena ya karena gue kemarin beli pena disini harganya 5rb wkwk. Sayang aja sih sama duitnya wkwk. Ohya, Untuk masalah biayanya berapa, lo bisa langsung cek di web polsri langsung.


Setelah lo bayar biaya regist ulang/spp, lo bakal dapet nomor identitas dan pin gitu buat lo login di laman yang tadi tempat lo cek pengumuman. Jadi kalo lo belum bayar biaya regist/spp lo belum bisa daftar ulang.


4. Isi form registrasi ulang & Mempersiapkan dokumen registrasi ulang.


Kalo lo udah dapet pin dan no. identitas, lo bisa langsung klik icon registrasi ulang di laman tempat lo cek pengumuman tadi ya. Login terus isi sesuai keadaan lo dan jangan dibuat buat. Untuk ngisi form ini gak harus di rumah kok. Lo bisa bawa laptop buat langsung ngisi di polsri. Atau nanti lo bisa ke gedung fasilitas umum (seinget gue) dan ngantri buat ngisi form disana. 


Untuk dokumen yang diperlukan saat registrasi ulang


1. Kwitansi (bukti bayar lo)

2. 1 lbr FC Kartu Keluarga
3. 1 Lbr FC Akta kelahiran
4. 2 Lbr FC SKL yang telah dilegalisir
5. 2 Lbr FC SHUN yang telah dilegalisir
6. Surat keterangan sehat dari puskesmas
7. Surat tidak buta warna dari Polsri
8. Surat Penghasilan Orangtua
9. Pasfoto ukuran 4x6 dan 3x4. (gue lupa berapa)
10. Formulir yang di print dari form registrasi ulang:
- identitas mahasiswa
- surat pernyataan mahasiswa
- surat pernyataan orangtua/wali
- surat pernyataan tidak mengundurkan diri
11. Map kertas 2 lembar warna merah (rekayasa) dan biru (non-Rekayasa)
12. Materai 6-ribu 3 lembar (ditempel di form yang di print)

5. Verifikasi dokumen


Untuk verifikasi dokumen, lo bisa langsung ke belakang gedung KPA. Bawa dokumen yang udah disiapkan dan jangan sampe ada yang tinggal. Ohya, kalo bisa sebelum ngantri lo minta aja dulu lembar checklist dokumen daftar ulang sama panitia. Kalo ngga ya lo ngantri 2 kali nanti. Antri di loket sesuai prodi masing masing yang udah ditempel sama panitia.


6. Ukur pakaian


Setelah urusan verifikasi dokumen, masih ada satu step lagi nih. Lo harus ngukur baju dulu buat keperluan diksar, almamater dsb. Tempat ngukur baju ini sama dengan tempat pas lo test buta warna cuma beda ruangannya aja.



SELESAI!

Kalo lo udah menyelesaikan langkah langkah diatas itu tandanya lo udah terdaftar sebagai mahasiswa baru Polsri tapi sifatnya masih illegal ya wkwk. Illegal kenapa? Karena lo belum mengikuti serangkaian kegiatan untuk menjadi mahasiswa resmi polsri seperti diksar dsb. Lo juga belum dapet KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), makanya gue bilang maba illegal wkwk.

Sekali lagi, tiap tahun beda beda ya sistematika daftar ulangnya. Bisa aja tahun depan buat daftar ulang beda dengan tahun gue. Jadi jangan jadiin ini patokan tapi cukup sebagai referensi aja. Selalu pantengin website resmi polsri dan website umpn polsri. Kalo bisa tanya dengan kakak tingkat di jurusan lo karena mereka lebih berpengalaman (biasanya ada grup per jurusan gitu).

Share:
Post a Comment