Jun 4, 2016

Gubug Tanpa Pelangi.


Ya Tuhan..
Mengapa telah lama sang pelangi tak nampak disini?
Mengapa telah lama sang pelangi tak menapakkan jejaknya disini?
Kemanakah ia pergi?
Mengapa hanya ada awan hitam yang terus meneduh disini?
Kemana pelangi, ya Tuhan?
Kemana?

Ya Tuhan..
Tolong sampaikan sepercik curahanku pada sang pelangi.
Bahwa aku merindukan euforia kala itu, kala ia sedang singgah disini, dan memberikan warna yang berbeda di gubug ini.
Aku rindu tawa dan canda yang selalu mereka tumpahkan kala sedang bersama.
Aku rindu nasihat dan petuah yang selalu tertuang di bibir mereka
dan..
Aku sangat merindukan momen-momen ketika sedang berkumpul bersama mereka.....

Ya Tuhan..
Aku tau, bahwa pelangi tak akan muncul tanpa diawali dengan adanya awan hitam ini.
Aku tau, bahwa aku tak bisa memaksakan pelangi untuk hadir disini tanpa aku menerima keberadaan sang awan hitam.
Namun...
Awan hitam itu sudah cukup lama berada disini.
Cukup sudah ia merenggut ketenangan jiwa ini.
Cukup sudah ia merenggut kebahagiaanku dan orang-orang terkasihku.
Cukup sudah ia mengambil semuanya dari hidupku....

Ya Tuhan...
Perintahkanlah ia, sang awan hitam untuk pergi,
dan biarkan sang pelangi untuk singgah disini, di gubug ini.
Agar aku dapat kembali berbagi duka, berbagi kebahagiaan dengan mereka, orang-orang yang aku cintai.
Agar aku dapat kembali berbagi cerita tentang hirur pikuk pahit manisnya hidup ini, dengan mereka-orang orang yang ku kasihi.

Palembang, 5 Juni 2016.
Tertanda,






sumber pict : http://gayahidup.rimanews.com/travel/read/20150129/193762/Pelangi-Muncul-Terbalik-Langit-Tampak-Tersenyum (dgn sedikit perubahan)



Share:
Post a Comment