May 4, 2016

Akhir zamankah?


Mungkin memang sudah masanya, dunia akan mengalami banyak kejahatan-kejahatan serta pertumpahan darah. Seperti di Indonesia saja, dalam kurun waktu 4 bulan terakhir, terjadi beberapa peristiwa seperti;


- Kasus Yuyun, siswi SMP yang mengalami pelecehan dan dibunuh secara sadis oleh 14 pemuda.
- Seorang Mahasiswi UGM, yang dibunuh oleh petugas kebersihan dan dibiarkan membusuk di dalam toilet.
- Seorang Mahasiswa UMSU, yang tega membunuh ibu dosennya sendiri. 

belum lagi, kasus kasus pertumpahan darah yang terjadi di beberapa negara islam, serta 'ISIS' yang tak pernah absen dalam pemberitaan media.

belum lagi, bencana alam yang selalu menghampiri. Gempa bumi, banjir, ancamana globar warming kian menjadi, dan beberapa peristiwa alam lainnya, seakan-akan bumi memberi peringatan kepada manusia, "hari pengadilan akan segera tiba".

belum lagi, telah banyak para pemuka agama, ulama-ulama besar yang telah pergi meninggalkan dunia, membuat tanda-tanda itu semakin jelas.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW. menggambarkan Akhir Zaman sebagai berikut: 

Kurang lebih 1400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW. bersabda: 
“Akan banyak terjadi alharj.” Para sahabat bertanya, 
“Apakah al-harj itu?” 
Beliau menjawab, “(Yaitu) pembunuhan, pertumpahan darah.” (H.r. Bukhari)

Rasulullah SAW juga bersabda :

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ؛ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]



Ya, Sekarang ini kita dapat menyaksikan sendiri bahwa kita 
sedang melewati masa-masa seperti yang disabdakan oleh baginda Rasulullah diatas. Banyak kasus kasus pembunuhan yang terjadi serta perang pertumpahan darah yang seakan tak ada habisnya.

Semua manusia, memang tidak ada yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi. Namun, Allah SWT memberikan akal kepada manusia yang dapat digunakan untuk berpikir. Allah SWT memang tidak memberi tau kapan kiamat akan terjadi, namun Allah SWT memberi tau tanda-tanda menjelang hari kiamat melalui Al-Qur'an. Dan, manusia dapat menggunakan akalnya untuk berpikir serta menganalisis tanda-tanda itu.

Dari Abu Hurairah Ra. Ia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; “Islam mulai berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim).






Share:
Post a Comment