Mar 1, 2016

Kualitas atau Kuantitas?

Setiap organisasi pasti memiliki strateginya masing-masing dalam merekrut anggota baru. Entah itu melalui proses seleksi atau melalui penelusuran bakat. 

Selama di SMA ini, gue mengikuti organisasi kerohanian serta beberapa ekstrakurikuler di sekolah. Untuk saat ini, memang belum terlalu banyak pengalaman yang gue dapet apalagi dalam hal per-anggota-an. Tapi, di post ini gue mau sharing mengenai permasalahan paling umum yang sering terjadi di beberapa organisasi.

Adalah kualitas dan kuantitas yang selalu menjadi perbincangan hangat para pengurus organisasi, terutama menjelang open recruitmen anggota baru. Ada pengurus yang berpendapat "Ga masalah kualitasnya, kan bisa diasah. Yang penting anggota organisasi kita bejibun" atau lebih mementingkan kuantitas. Ada juga yang berpendapat "Biarin anggota kita sedikit, yang  penting kualitas tetap number uno..". Tak sedikit juga yang berpendapat "Gue setuju banyakin anggota, tapi kualitasnya juga dibarengin. Jadi, banyak anggota dan berkualitas juga tentunya"

Beda organisasi, beda pengurus, beda juga pendapatnya.Jadi, mau pilih kuantitas or kualitas?? 




Kuantitas artinya menurut KBBI adalah banyaknya (benda dan sebagainya); jumlah (sesuatu). Sedangkan kualitas artinya menurut KBBI adalah tingkat baik buruknya sesuatu; kadar. 

Menurut gue, kuantitas dan kualitas itu sama pentingnya di organisasi. Suatu organisasi kalo jumlah anggotanya sedikit, tentu kerja organisasi itu jadi gak efisien. Sebaliknya, kalo di suatu organisasi hanya mengedepankan jumlah anggota tapi gak memperhatikan kualitas, kerja organisasi itu juga bisa jadi gak efisien dan bisa aja ada 'penyelewengan'. Penyelewengan yang biasa terjadi tuh:

  • Ada anggota yang ikut organisasi cuma nempel nama dan absen doang
  • Ada anggota yang ikut organisasi cuma mau dibilang eksis
  • Ada anggota yang ikut organisasi cuma mau pedekate sama seseorang
  • Ada anggota yang ikut organisasi cuma mau 'happy2'nya doang, tapi diajak susah malah kabur
  • dan beberapa tindakan penyelewengan lain...

Terus, kalo antara kualitas dan kuantitas itu sama pentingnya di organisasi, jadi apa yang harus lebih diprioritaskan?


Okeh. Gue tadi nulis bahwa antara kualitas dan kuantitas itu sama pentingnya. Tapi, yang lebih harus diprioritaskan itu adalah kualitas daripada sumber daya manusia dalam organisasi itu sendiri. Kualitas itu jauh lebih penting daripada 'kuantitas' loh. Kenapa? Logikanya tuh gini:

  1. Ngapain banyak-banyakin anggota, tapi kalo urusan kerja yang nongol itu-itu doang
  2. Ngapain banyak-banyakin anggota, tapi gak pernah dateng kalo diajak rapat?


Untuk yang nomor 2, gue yakin seluruh pengurus organisasi, apalagi organisasi yang bergerak dalam ruang lingkup pelajar juga punya ibu-bapak keleus. Punya adik-kakak-saudara-sahabat yang lebih penting daripada organisasi dan ekstrakurikuler yang mereka ikuti. Tapi, InsyaAllah kalo diajak ngumpul, mereka mau meluangkan sedikit waktunya. Kalo gue pribadi, bukan berarti gue gak memprioritaskan keluarga. Tapi, karena gue tau masa muda gue terlalu sayang kalo hanya dihabiskan untuk selalu bersama-sama ibu-bapak-saudara gue. Karena gue tau, akan ada saatnya kita akan hidup mandiri. Akan ada saatnya kita akan hidup jauh dari ibu-bapak-saudara kita nanti. Lagian nih, gak setiap hari kan elo musti ngumpul di organisasi?


- Back to topic -


Jadi, sekarang terserah elo mau pilih kuantitas or kualitas. Tapi, kalo gue pribadi lebih setuju kalo tiap pengurus organisasi lebih mengedepankan kualitas dibanding kuantitas. Karena kalo kualitasnya "Oke", Insya Allah kuantitas bakal ngikut. Karena orang lain bakal liat hasil yang didapat dari ikut organisasi tersebut.


Setujuh?




*1 Maret 2016*
*beberapa pemikiran diatas adalah hasil diskusi penulis bareng temen 1 organisasi*








Share:
Post a Comment