Monday, December 21, 2015

Malam Juga Punya Cerita




Aku lebih menyukai gelapnya malam dengan sinar rembulan dibandingkan jingganya senja .

Sejatinya,senja memang indah. Ia mampu membuat takjub siapapun yang melihatnya. Ia dapat dengan mudah membuat orang terpana karena keelokannya.Ia juga mampu membuat para pujangga menuliskan puisi tanpa adanya aksara-aksara puitis. 


Berbeda dengan malam.

Malam memang tidak dapat dilihat. Tidak cukup indah ketika dipandang. Apalagi bila bintang merajuk. Tentu langit akan menjadi sepi. 

Akan tetapi,sejuknya malam masih dapat dirasakan.

Gelapnya malam mampu membuat jiwa ini untuk merenung. Kembali bermuhasabah diri. 
Memikirkan apa yang telah terjadi selama ini. Semakin baik? Atau justru semakin tidak terkontrol? 
Mengevaluasi sikap dan perilaku terhadap sesama. Baik kah? Atau semakin buruk?
Memikirkan serta mencari solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi. 
Dan tak jarang,malam mengingatkan akan kenangan masa lalu.
Aahh........... 
Lagi-lagi hati tidak mau berdamai jika membicarakan 'masa lalu'. Bukan karena kenangan indahnya,namun karena jiwa ini tak cukup kuat untuk kembali mengingat kenangan pahit itu.. 

Gelap bukan berarti kelam.Begitu juga dengan malam. Ia memang tidak cukup indah bila dibandingkan dengan senja.Namun,malam mempunyai makna yang lebih dibanding senja.Karena,hanya pada saat malam,orang-orang dapat lebih banyak memikirkan tentang dirinya,keluarga bahkan orang-orang yang dikasihinya. Hebat bukan?


Yah,malam pun juga punya ceritanya sendiri. Dan aku,lebih menyukai gelapnya malam,dibanding jingganya senja.




Palembang,22 Desember 2015. [Dini hari pukul 00.22]
Share:
Post a Comment