Jan 3, 2018

Jan 2, 2018

KILAS BALIK


[ Kilas Balik ]

2017 telah berlalu. Namun, kenangan yg terekam pada tahun itu masih melekat hangat di dalam sanubari.

2017 merupakan tahun tersulit sepanjang yg pernah terlewati. Tahun yg penuh akan kisah perjuangan. Dan tentu saja, setiap kisah yang terukir di dalamnya, selalu ada hikmah yg dapat dipetik.

Di tahun ini, 'ikhlas' merupakan point pembelajaran yang paling utama. Belajar untuk ikhlas pada apa yang telah direncanakan Tuhan. Meski terasa sulit untuk menerima ketentuan-Nya, tapi sekarang aku paham bahwa Tuhan memberikan sesuatu yg hamba-Nya butuhkan, bukan hanya sekadar sebuah keinginan belaka.

Pun tak kalah penting, pengorbanan merupakan point pembelajaran yang paling berkesan. Dibalik keberhasilan seseorang, tentu banyak pengorbanan yang ia lakukan. Entah itu materi, waktu, pikiran maupun tenaga. Tapi, semuanya kembali lagi pada ketetapan Tuhan. Sekeras apapun pengorbananmu, jika Tuhan tak menetapkan itu untukmu, maka itu tidak akan pernah menjadi milikmu.

Terakhir, perihal memilih, berat rasanya, ketika dihadapkan oleh suatu pilihan yang pada hakikatnya tidak dapat untuk disandingkan dan bukan perkara mudah ketika diharuskan memilih satu diantara pilihan yang ada. Tapi, kembali lagi pada quote klise, "hidup adalah pilihan"

Ah, terlepas dari semua rencana-Nya yang terjadi,
Aku sangat bersyukur dapat berada disini, di kampus biru, di kampus perjuangan, di tempat yg telah Tuhan rencanakan, tempat yg paling terbaik dari semua yg terbaik. 
Tempat yang akan menjadi destinasi pada setiap lembar narasi perjuangan.
Tempat dimana akan dipertanggungjawabkannya status 'maha' yg disematkan pada kata 'siswa'.
Tempat dimana akan banyak mempelajari perihal komitmen, kerja keras, persahabatan, atau bahkan cinta sekalipun.

Lagi lagi, aksara hanyalah sedikit pemanis dari narasi perjuangan. Tindakan, karya serta kontribusi nyatalah yg akan menghidupkan narasi ini.


02 Jan'18.



Dikala Matahari melemparkan senyum kepada Bumi.
Share:

Dec 31, 2017

Cerita Terakhir Tentangmu di 2017.[ move on! ]

Selamat malam tuan.
Selamat menikmati hari terakhir di tahun 2017 ini.

Sudah lama rasanya aku tidak memposting cerita tentangmu tuan.
Kesibukan akan rutinitas yang ku jalani membuatku sedikit malas untuk memposting cerita tentangmu.
Lagipula, tak ada yang spesial yang dapat ku ceritakan selain hanya sepercik kenangan yang masih melekat di dalam sanubari.

Aku ingin sedikit bercerita tuan.
Kemarin, aku menyempatkan diri untuk menonton film yang berjudul "Terjebak Nostalgia".
Filmnya sangat bagus, menceritakan tentang seorang gadis yang kehilangan orang terkasihnya.
Tentang perjuangan seorang gadis berusaha mengiklaskan masa lalunya.

Dan, kau tau tuan?
Kisah di film itu sangat selaras dengan apa yang saat ini sedang kita jalani.
Bedanya, pada film itu mereka memang telah saling mengetahui dan memiliki hubungan yang pasti.
Sedangkan kita?
Kemungkinan terbesarnya, hanya aku yang merasa.
Tapi tak tau apakah kau juga merasa yang sama.
membisikkan kata kata cinta melalui diam
Sekalipun rindu menghujam, aku hanya dapat melukiskannya melalui kata.

--------------------------------------------------------------

Tuan, sepertinya sudah saatnya aku menjadi seperti gadis itu.
Berusaha untuk mengikhlaskan masa lalu dan menerima apa yang terjadi pada masa depan.
Berusaha untuk hidup pada masa kini dan tidak akan kembali lagi ke masa lalu.


Agak miris memang ketika mengetahui bahwa hanya ragaku yang hidup pada masa kini, tapi tidak dengan jiwanya.
Jiwaku selalu meronta untuk kembali pada peristiwa masa lalu, tak perduli sesakit apapun itu, ia selalu memaksa untuk kembali pada kisah lama


--------------------------------------------------------------

Dan, ini adalah kisah terakhirku tentangmu tuan.
Semenjak pertemuan pertama kita di gedung film hingga kini aku tak tau lagi kau ada dimana,
Jika suatu saat Tuhan mengizinkan kita kembali untuk bertemu, ku harap kenangan itu telah pudar terhapuskan oleh waktu.





Tertanda.


Secret Admirer.

Share:

Dec 30, 2017